NAMA                        : DADAN SUNANDAR

NRP                            : G54100019

NAMA LASKAR      : LASKAR MOHAMMAD HATTA  /

LASKAR 15

“ PERJUANGAN  YANG TAK TERLUPAKAN “

Semua orang tahu hidup itu singkat, namun, berapa banyak yang bisa menghargai atau menyayangi hidupnya dan menjalani hidup diri sendiri dengan baik ? Banyak orang yang semasa hidupnya hanya membuang – buang waktu saja. Oleh karena itu, saya berpikir apa yang harus saya lakukan agar hidup ini lebih bermanfaat. Sejak saat itu, saya merenungkannya dan akhirnya saya menemukan jawabannya yaitu menjalani hidup ini dengan sungguh – sungguh misalnya seperti berjuang tanpa menyerah.

Perjuangan saya dimulai ketika saya memasuki bangku SMA. Di masa SMA, saya merasa itu adalah perjuangan yang paling berat yang harus saya jalani karena disini saya harus menempuh ujian yang mungkin mengerikan agar saya bisa lulus dan sayapun harus memilih perjalanan hidup saya yaitu saya harus berkuliah dimana dan menjadi apa. Nah, di masa itu saya sangat bingung sekali. Yang saya lakukan hanya menjalaninya saja dengan ikhlas dan ketulusan hati.

Untuk lulus ujian, saya harus belajar keras. Dan sayapun tidak hanya belajar disekolah saja melainkan mengikuti bimbingan diluar sekolah meskipun itu melelahkan sekali tetapi hanya itu yang bisa kulakukan pada saat itu. Dan alhasil saya sering mengantuk dikelas karena tidur larut malam, tapi saya sadar mungkin itu resiko yang saya ambil. Mungkin saya dituntut untuk bisa membagi waktu. Setelah belajar begitu lama, akhirnya tiba juga pelaksanaan try out ujian, saya berharap semoga saja saya mendapatkan hasil yang maksimal. Akan tetapi, hasil try out saya belum menjanjikan saya untuk lulus. Saya tidak patah semangat dan sayapun belajar lebih keras lagi untuk menggapai harapan saya. Akhirnya dengan izin Allah SWT, saya bisa lulus dengan hasil yang cukup menggembirakan. Dan sayapun bersyukur sekali karena perjuangan saya tak sia – sia. Dari hal itu, saya dapat mengambil pelajaran bahwa saya tidak boleh patah semangat dalam berjuang apabila ingin mendapatkan sesuatu.

Setelah masalah itu selesai, masalah berikutnya yaitu kemana saya harus kuliah. Sebenarnya saya sudah mendapatkannya di IPB sebelum pengemuman ujian tersebut. Tetapi, saya masih bingung dan bimbang apakah IPB ini merupakan benar – benar pelabuhan terakhir saya ??? Sejak saat itu saya mulai berpikir bahwa jika IPB adalah jalan saya, pasti saya tidak akan diterima di universitas yang lainnya. Untuk memastikannya, saya mengikuti testing masuk universitas dimana – mana baik itu yang negeri maupun yang ikatan dinas. Tetapi setelah saya mengikuti berbagai testing tidak ada satupun yang lulus dan jika luluspun itu hanya tes tahap satunya saja.

Semenjak itu, saya tidak mengikuti testing lagi karena saya yakin IPB adalah jalan terbaik untuk diri saya. Dari hal ini, saya mendapat ilmu lagi bahwa jika kita hendak mengambil suatu jalan, ambillah dengan keyakinan yang kuat dan penuh pertimbangan terlebih dahulu.

NAMA                        : DADAN SUNANDAR

NRP                            : G54100019

NAMA LASKAR      : LASKAR MOHAMMAD HATTA  /

LASKAR 15

“ KERJA KERAS “

Sewaktu saya SMA, saya mempunyai sahabat katakanlah si X. Dia adalah orang yang sangat ambisius tetapi juga realistis jika ingin mendapatkan sesuatu. Dan mungkin terkadang saya berpikir bahwa dia orang yang aneh.

Sifatnya mulai teruji ketika dia harus menentukan jalan hidupnya yaitu memilih universitas. Saya salut kepada dia dari dulu dia sudah mantap dengan pilihannya yaitu kuliah di ITB. Ketika ada informasi mengenai ITB yaitu PMDK ITB dia sangat senang sekali. Tetapi sejenak, dia berpikir bahwa nilainya waktu kelas 2 SMA sangat kurang dan akhirnya diapun meyakinkan dirinya untuk tidak mengambil kesempatan itu. Dia tidak patah semangat dan tetap kerja keras serta tetap mencari jalan yang lainnya. Diapun menemukan informasi yang lain yaitu beasiswa ITB serta testing masuk ITB. Diapun mengikuti testing beasiswa tersebut, namun sayangnya dia tidak lulus. Lagi – lagi diapun harus menggigit jarinya. Setelah itu, dia mengikuti testing masuk ITB baik itu yang terpusat maupun yang daerah. Dari kedua testing tersebut, tidak ada satupun yang lulus. Saya salut kepada dia karena dia tidak lantas patah semangat melainkan dia berpikir jernih mungkin saya harus bekerja keras lagi untuk mendapatkannya.

Untuk merealisasikan kerja kerasnya, diapun mengikuti bimbingan di luar dan berusaha keras mengerjakan sebanyak mungkin soal – soal masuk PTN karena dia sadar masih ada satu kesempatan lagi untuk masuk ITB yaitu melalui jalur SNMPTN. Dia sering pulang larut malam demi mendapatkan ilmu baru. Dia juga sering menanyakan soal – soal yang tidak ia mengerti baik itu kepada gurunya di sekolah maupun bimbingannya. Kegiatan itu dia lakukan rutin dan akhirnya dia telah selesai mengerjakan 1 buah buku soal – soal masuk PTN dengan lancar. Tetapi dia tidak mudah puas dengan itu, dia tetap mengerjakan soal – soal yang lainnya dan tetap bertanya kepada gurunya. Akhirnya setelah sekian lama, diadakan beberapa kali try out masuk PTN hasilnya pun sama yaitu dia lulus dengan grade yang melebihi grade masuk ITB. Walaupun demikian, dia tetap kerja keras dan tidak senang terlebih dahulu karena ini hanya bersifat try out saja.

Akhirnya, hari testing SNMPTN pun tiba, dia mengikuti dan mengerjakannya dengan sangat baik. Setelah itu, dia pun hanya melakukan do`a agar keinginannya tercapai karena ikhtiar sudah dilakukan olehnya. Setelah 1 bulan, pengumuman diterima atau tidak di ITB pun tiba, kemudian setelah mengecek ternyata dia diterima di ITB. Dia merasa sangat senang dan bersyukur sekali karena di jalan yang terakhir ini akhirnya keinginan dia telah tercapai. Dan sebagai sahabatnya, saya merasa senang, bangga dan salut kepada dia karena dia berusaha sangat keras sekali untuk mendapatkannya. Dari hal ini, saya dapat mengambil pelajarannya bahwa dibutuhkan kerja keras untuk mendapatkan hal apapun dan tidak lupa berdo`a kepada Yang Maha Kuasa.

Search
Archives